Welcome to Angklung Web Institute (AWI)! This website is a medium of information exchange about angklung knowledge and competence, especially diatonic angklung in orchestral composition. The Father of Angklung Daeng Sutigna first created the diatonic angklung in 1938. Until now, angklung still has to face many challenges of identity to be acknowledged as one of world’s standard music instruments. One major problem is that there is no firm standard yet in constructing, tuning, forming, playing, and compositing angklung. Another problem is that until today, an angklung music community as a media of education and industrialization of the angklung music hasn’t been founded yet. Through this website we would like to ask you who have a great concern to the development of angklung to pass this piece of information to the world in order to support this developing music instrument. Through this website we would like to convey an angklung-ical activity to an angklung team or community and hopefully someday the industrialization of angklung can be realized. Last, it is our duty to raise our angklung to be appreciated just like the other world’s standard music instruments. Thank you

AWI Ultimate Product and Features

AWI Regular Product and Features

As an Indonesian-American Cultural House in Philadelphia, our House of Learning strengthens the Indonesian-Americans’ identity by providing Indonesian traditional folk-arts workshops and classes.

1. Angklung Goes To School Project
The main goal of the project is to introduce Indonesia through bamboo music instruments, or Angklung, to schools in the greater Philadelphia area. Along with Indonesian Embassy-Washington DC and House of Angklung, we teach multiculturalism, nature conservation, and music to public and private schools. Contact us for more information and registration!

Read More . . .

PARA peserta sedang bersiap memainkan angklung mereka di Royal Adelaide Show, Sabtu (13/9/2014) malam.PARA peserta sedang bersiap memainkan angklung mereka di Royal Adelaide Show, Sabtu (13/9/2014) malam. (ABC/PRLM)

ADELAIDE, (PRLM).- Walau belum resmi diumumkan oleh Guiness World of Record, namun panitia penyelenggara permainan angklung bersama terbanyak di dunia yakin mereka telah memecahkan rekor di Royal Adelaide Show hari Sabtu (13/9/2014) malam.

Sekitar 6.358 orang tampil bersama-sama memainkan dua lagu Waltzing Mathilda dan Happy Birthday To You, selama 5 menit.

Rekor dunia sebelumnya adalah 5.185 orang yang dlakukan di ibukota Amerika Serikat Washington DC pada tahun 2011.

Read More . . .

SINGAPURA, (PRLM).- Chingay Night Fiesta 2016 menjadi ajang promosi Wonderful Indonesia. Angklung Buhun, salah satu alat musik tradisional dari Sunda akan menjadi pemikat dalam parade budaya terheboh tahun ini.

"Terima kasih KBRI di Singapura yang terus membantu memperkuat branding pariwisata kita di sana. Spirit Indonesia Incorporated benar-benar jalan di Singapore," aku Menpar Arief Yahya di Jakarta.

Read More . . .

Pada hari Kamis, 20 Juli 2017, Dubes RI Bucharest, Diar Nurbintoro, melakukan pertemuan dengan Walikota Bandung, Ridwan Kamil, di rumah dinas Walikota di kota Bandung. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kedatangan misi budaya Kotamadya Bandung ke Bucharest dalam rangka Piata Indonezia 2017 yang dilaksanakan bulan Mei lalu. Grup Angklung "Angklung Web Institute" atau lebih populer dengan AWI, menjadi perwakilan misi budaya dari kota Bandung saat itu.

Read More . . .

KONSER angklung bertajuk Konser Angklung 20 Tahun Perjalanan KPAP Gentra Seba STBA Yapari-ABA Bandung, di Gedung Teater Tertutup Balai Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House), Jumat (6/1). (RETNO HY/PRLM)

BANDUNG, (PRLM).- Menandai 20 tahun perjalanan Keluarga Paduan Angklung Padaeng (KPAP) Gentra Seba STBA Yapari-ABA Bandung, menggelar konser angklung bertajuk Konser Angklung 20 Tahun Perjalanan KPAP Gentra Seba STBA Yapari-ABA Bandung, “Jangan Pernah Berhenti Bermimpi”.

Read More . . .

Jakarta - Rebecca dengan antusias memainkan angklung. Terpesona oleh nada instrumen musik dari bambu, siswi kelas 7 di California itu tertarik ingin ke Indonesia."Saya ingin ke Indonesia, ingin melihat konser orkestra angklung dan gamelan," ujar Rebecca, yang juga memainkan instrumen kempyang.

Read More . . .

GUBERNUR Jawa Barat H. Ahmad Heryawan didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat H. Nunung Sobari memainkan angklung menandai Angklung Day 2014 bertempat di Plaza Gedung Sate Bandung. (RETNO HERIYANTO/PRLM)

BANDUNG,(PRLM).- Sejak dicanangkan sebagai representative list of the intangible cultural heritage of humanity, oleh badan dunia UNESCO menunjukan bahwa angklung sudah menjadi milik dunia. Jawa Barat bisa memiliki 25 ribu tim angklung bila setiap sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA memiliki satu grup kesenian angklung.

Read More . . .

RETNO HERIYANTO/PRLMKELOMPOK musik angklung Madrasah Aljunied Al Islamiyah Singapore tampil dipegelaran Gala Concert Of "1st Awi Summit 2010" menampilkan komposisi Islami bertempat di Gedung Kesenian Sunan Ambu Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung.* (RETNO HERIYANTO/PRLM)

BANDUNG, (PRLM).- Kehalusan alat musik angklung bukan hanya mampu menggugah rasa akan keindahan, tetapi juga rasa cinta yang sangat mendalam terhadap Tuhan sang pencipta alam raya. Setidaknya hal itu pula yang diungkapkan Madrasah Aljunied Al Islamiah Singapore, lewat komposisi "Iktiraf" yang dimainkan mengalun dengan tempo irama sedang.

Read More . . .

RETNO HY/PRLMAnak-anak dari kelompok musik angklung Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI) saat tampil memukau di hadapan tamu undangan pada pegelaran Angklung Vagansa 2012 "Inspiring Harmony" bertempat di Plaza Balai Kota Bandung, Sabtu (13/10/12). (RETNO HY/PRLM)

BANDUNG, (PRLM).- Penampilan anak-anak dari kelompok musik angklung Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI) di Angklung Vaganza 2012 “Inspiring of Harmony” mengundang rasa takjub dan haru. Meski mengalami keterbatasan mereka mampu memainkan komposisi musik angklung layaknya anak-anak normal.

Read More . . .

Kemeriahan festival Indonesia

Kemeriahan Festival Indonesia "Piata Indonezia" di Bucharest, Rumania

Cuaca yang mendung dan hujan tidak mampu menahan kemeriahan Festival Indonesia, "Piata Indonezia" yang diselenggarakan di KBRI Bucharest hari Sabtu lalu, 13 Mei 2017. Tema Piata Indonezia tahun ini adalah "Enjoy the Flavor of Java" dengan fokus seni budaya dari seluruh Pulau Jawa. Sekitar 1200 pengunjung hadir dan menikmati pertunjukkan seni dan makanan khas Indonesia yang disediakan. Panggung dimeriahkan oleh penampilan Angklung Web Institute (AWI), tari-tarian dari Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), tari anak dari Komunitas Masyarakat Indonesia di Rumania (Masyindo), dan fashion show batik koleksi Lindy Ann.

Read More . . .