Welcome to Angklung Web Institute (AWI)! This website is a medium of information exchange about angklung knowledge and competence, especially diatonic angklung in orchestral composition. The Father of Angklung Daeng Sutigna first created the diatonic angklung in 1938. Until now, angklung still has to face many challenges of identity to be acknowledged as one of world’s standard music instruments. One major problem is that there is no firm standard yet in constructing, tuning, forming, playing, and compositing angklung. Another problem is that until today, an angklung music community as a media of education and industrialization of the angklung music hasn’t been founded yet. Through this website we would like to ask you who have a great concern to the development of angklung to pass this piece of information to the world in order to support this developing music instrument. Through this website we would like to convey an angklung-ical activity to an angklung team or community and hopefully someday the industrialization of angklung can be realized. Last, it is our duty to raise our angklung to be appreciated just like the other world’s standard music instruments. Thank you

MUSIK TRADISIONAL INDONESIA BIKIN HEBOH PUSAT PERBELANJAAN MALAYSIA (Detik Travel, 18 Mei 2017)

Pertunjukan musik tradisional di Indonesia Street Bukit Bintang Fiesta 2017. (Kurnia/detikTravel)

Kuala Lumpur - Pertunjukan musik tradisional Indonesia menjadi bagian dari Indonesia Street Bukit Bintang Fiesta 2017. Alunan musik itu pun bikin acara makin meriah.

Indonesia Street Bukit Bintang Fiesta 2017 berlangsung mulai hari ini hingga 22 Mei 2017 di Pavilion Kuala Lumpur, Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia. Di hari pertama kegiatan ini, pertunjukan musik tradisional diadakan di panggung utama area pameran di atrium mal.
Acara promosi Indonesia kian meriah dengan alat musik tradisional. (Kurnia/detikTravel)
Pertujukan ini ditampilkan oleh para guru Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Alat musik yang dimanikan antara lain angklung, gamelan, gendang, suling dan gitar.
"Kita guru-guru yang mengajar di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Ada yang dari Bandung, ada yang dari Yogya. Peralatan sekolah punya sendiri, angklung lengkap, ujar Marjuki, salah satu guru Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yang ikut tampil, ketika berbincang dengan detikTravel, Kamis (18/5/2017).

Semua ikut bergoyang! (Kurnia/detikTravel)
Mereka menyanyikan beragam lagu dengan alunan musik tradisional. Mulai dari Tanah Airku, Rek Ayo Rek, Es Lilin hingga Poco-poco. Sejumlah penonton pun ada yang ikut melenggang bersama saat Poco-poco didendangkan.

Kali ini lagu-lagunya dipilih yang khas Indonesia. "Lagu khas Indonesia, Jawa, Sunda. Musik angklung, gamelan. Bisa divariasi dengan (alat musik) apa pun," tuturnya.



https://travel.detik.com/travel-news/d-3504786/musik-tradisional-indonesia-bikin-heboh-pusat-perbelanjaan-malaysia?_ga=2.208581079.431817935.1500269106-1416939756.1472005058